28 Sept 2019
Seorang siswa berbicara lantang setelah sebelumnya mengengkat tangannya sebagai tanda permintaan izin berbicara.
“Sir, kenapa sih, toilet umum selalu bau banget?!”
Ak tersenyum. Tapi tidak langsung menjawab. Ku bangkit dari tempat ku duduk, bergeser menuju ke tengah, tepat di depan papan tulis.
“Begini,... berapa orang yang menggunakan toilet tersebut?”
“Banyak kan?” Ak berusaha menjawab sendiri karena ak sebenarnya hanya mencoba meminta perhatian dari dua siswa yg belum fokus pada apa yang ak bicaakan.
“Untuk membuat toilet itu tetap bersih dan tidak bau, dibutuhkan kesadaran dari 100% bagian dari seluruh pengguna toilet tersebut. Bukan hanya Mbak, atau mas yang suka bersih-bersih. Tapi tanggung jawab kita bersama sebagai pengguna. Karena untuk membuat toilet ini terkesan jorok dan bau, hanya butuh satu orang yg tidak sadar, atau pun dengan kesadaran penuh, kencing tanpa di bersihkan kembali. Hanya satu orang dan hanya butu satu kali dia melakukan, untuk membuat toilet bau seharian.”
Sesaat setelah ak bicara seperti itu, aku jadi ingat, apa yang terjadi dengan negaraku saat ini.
Hanya butuh segelintir orang yang entah dengan ketololannya atau dengan kelicikannya membuat negara ini terkesan kacau.
Hoaxer, Ujaran kebencian, Kebakaran, kerusuhan, demo anarkis, dan apa pun itu. Menjadi bagian selayak kencing sembarangan tanpa bertanggung jawab, dan seraya berkomentar. “Toileeeet joroooook, apa sih kerjanya mbak dan mas itu?!”
Semoga semuanya menjadi terkendali.
“Sir, kenapa sih, toilet umum selalu bau banget?!”
Ak tersenyum. Tapi tidak langsung menjawab. Ku bangkit dari tempat ku duduk, bergeser menuju ke tengah, tepat di depan papan tulis.
“Begini,... berapa orang yang menggunakan toilet tersebut?”
“Banyak kan?” Ak berusaha menjawab sendiri karena ak sebenarnya hanya mencoba meminta perhatian dari dua siswa yg belum fokus pada apa yang ak bicaakan.
“Untuk membuat toilet itu tetap bersih dan tidak bau, dibutuhkan kesadaran dari 100% bagian dari seluruh pengguna toilet tersebut. Bukan hanya Mbak, atau mas yang suka bersih-bersih. Tapi tanggung jawab kita bersama sebagai pengguna. Karena untuk membuat toilet ini terkesan jorok dan bau, hanya butuh satu orang yg tidak sadar, atau pun dengan kesadaran penuh, kencing tanpa di bersihkan kembali. Hanya satu orang dan hanya butu satu kali dia melakukan, untuk membuat toilet bau seharian.”
Sesaat setelah ak bicara seperti itu, aku jadi ingat, apa yang terjadi dengan negaraku saat ini.
Hanya butuh segelintir orang yang entah dengan ketololannya atau dengan kelicikannya membuat negara ini terkesan kacau.
Hoaxer, Ujaran kebencian, Kebakaran, kerusuhan, demo anarkis, dan apa pun itu. Menjadi bagian selayak kencing sembarangan tanpa bertanggung jawab, dan seraya berkomentar. “Toileeeet joroooook, apa sih kerjanya mbak dan mas itu?!”
Semoga semuanya menjadi terkendali.




0 Response to "28 Sept 2019"
Posting Komentar