08 Feb 2019

Beribadah dalam agama atau kepercayaan apa pun. Bisa diibaratkan seperti halnya ketika kita mengerjakan soal ujian. Apa yang kita jalani dan cara kita menjalani adalah jawaban yang kita tulis dalam setiap lembar soal. Kepastian dan keyakinan akan kebenaran atas jawaban-jawaban, seumpama dengan kepastian dan keyakinan kita menjalani semua yang kita lakukan berdasarkan tuntunan masing-masing.
Selayaknya ketika kita dalam ruang ujian, dalam hal ini ruang kehidupan. Seharusnya kita harus hindari, lebih fokus pada jawaban-jawaban yang ditulis oleh peseta lain. Apalagi sampai mendebatkan. Aneh ketika kita sendiri masih menjadi peserta “ujian kehidupan” seakan kita sebagai panitia penguji yang telah mengantongi kunci jawaban yang tepat. Dan terus mengkritisi jawaban orang lain.
Seandainya kita yakin dengan apa yang kita tulis. Tinggal memperindah tulisan kita kan? Hiasi dengan sesuatu yang menyegarkan mata Sang Penguji. Sehingga nanti ketika ujian berakhir, bukan hanya jawaban yang benar yang kita berikan kepada Sang Penguji. Tapi juga menyenangkan dengan keindahan yang kita ciptakan.
Seandainya pun kita tidak mampu menahan diri untuk melihat jawaban dan cara orang menjawab. Selama kita yakin milik kita lebih benar.
Ya sudahlah, tidak perlu risaukan mereka. toh selalu ada yang gagal dalam setiap ujian. Yang pasti bukan kita. Jangan justru kita gagal karena kita teriak2 di ruang ujian, tapi lupa menulis satu kata pun dalam lembar kertas kita sendiri.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "08 Feb 2019"

Posting Komentar