11 Mei 2018
Ngga ah, jangan paksa aku berkomentar soal teroris. Selain terlalu sensitif, teroris itu sebutan dari kita yang berseberangan dengan paham mereka.
Bagi mereka mereka itu "perjuangan". Iya, perjuangan. Berjuang untuk siapa?
Itu pun juga tergantung, dari siapa yang memandang. Karena selain ideologi, ada pihak tertentu yang memancing di keruhnya air masalah ini. Ada yg diuntungkan, ada yang menghendaki. Ada yang suka dengan keruhnya situasi.
Tapi yang pasti bagi mereka itulah panggilan jalan hidup mereka. Perjuangan yang hanya kematian yang mampu menghentikan.
Lah kok bisa?
Ya bisa lah!
Semua pahlawan yang berjuang melawan penjajahan belanda, bagi pihak belanda mereka adalah "ekstrimis" juga. Ekstrimis yang kerap mengganggu nyenyaknya tidur saat subuh hampir tiba. Tapi merekalah pahlawan yang berjuang bagi negara kita.
Terus, berarti mereka benar?
Tunggu dulu. Dari mana dulu kebenaran itu dilihat.
Yang pasti kalau dari sisi kemanusiaan, dari sisi hati nurani yang murni. Tidak ada tindakan menyakiti orang lain itu dibenarkan.
Terus. Mereka benar berdasarkan apa?
Lebih baik tanya sendiri. Atau tanya orang disekitarmu, karena kelihatannya mulai banyak yang memahami jalan pikiran mereka dalam bertindak. Memaklumi. Dan mulai timbul rasa dukungan atas apa yang sekarang masih kita sebut "Teroris" itu.
Tapi bagiku lima prajurit yang telah "pergi" itulah pahlawan. #kamibersamapolri
Bagi mereka mereka itu "perjuangan". Iya, perjuangan. Berjuang untuk siapa?
Itu pun juga tergantung, dari siapa yang memandang. Karena selain ideologi, ada pihak tertentu yang memancing di keruhnya air masalah ini. Ada yg diuntungkan, ada yang menghendaki. Ada yang suka dengan keruhnya situasi.
Tapi yang pasti bagi mereka itulah panggilan jalan hidup mereka. Perjuangan yang hanya kematian yang mampu menghentikan.
Lah kok bisa?
Ya bisa lah!
Semua pahlawan yang berjuang melawan penjajahan belanda, bagi pihak belanda mereka adalah "ekstrimis" juga. Ekstrimis yang kerap mengganggu nyenyaknya tidur saat subuh hampir tiba. Tapi merekalah pahlawan yang berjuang bagi negara kita.
Terus, berarti mereka benar?
Tunggu dulu. Dari mana dulu kebenaran itu dilihat.
Yang pasti kalau dari sisi kemanusiaan, dari sisi hati nurani yang murni. Tidak ada tindakan menyakiti orang lain itu dibenarkan.
Terus. Mereka benar berdasarkan apa?
Lebih baik tanya sendiri. Atau tanya orang disekitarmu, karena kelihatannya mulai banyak yang memahami jalan pikiran mereka dalam bertindak. Memaklumi. Dan mulai timbul rasa dukungan atas apa yang sekarang masih kita sebut "Teroris" itu.
Tapi bagiku lima prajurit yang telah "pergi" itulah pahlawan. #kamibersamapolri




0 Response to "11 Mei 2018"
Posting Komentar