13 Mei 2019

Menurut definis beberapa letaratur yang saya baca, pengertian nasionalisme adalah sebuah paham kebangsaan dari masyarakat suatu negara yang memiliki kesadaran dan semangat cinta tanah air dan bangsa yang ditunjukkan melalui sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat.
Pemahaman yang ditunjukan dengan sikap tersebut seharusnya mempunyai keselarasan dengan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan sehingga timbul rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal.
Inetrnal maupun eksternal? Iya, memang! Bukan hanya ancaman dari luar saja yang perlu kita waspadai, tapi juga dari dalam. Dari dalam negeri sendiri. Oke, kita titik beratkan pada sisi internal, karena jelas pada masa seperti ini, sedikit tidak mungkin jika terjadi sebuah agresi ang mengancam ideologi dari negara lain. Terutama di negara kita ini. Penjajahan ekonomi dan budaya, mungkin saja. Tapi justru pada masa perkembangan seperti ini, sering kali ditemukan hasrat yang mencoba mengingkari janji-janji nurani pendahulu yang sudah berjuang demi terciptanya cita-cita luhur atas negeri tercinta ini.
Rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme harus sudah dimunculkan sejak dini saat anak mulai masuk ke dalam dunia pendidikan. Bukan hanya mengarah pada pemahaman tentang dasar negara, ideologi negara ataupun tentang kesadaran berpolitik dan bernegara dalam ranah definisi saja. Namun juga sikap dan tindakan harus mulai dibiasakan dan diselaraskan juga.
Selain pendalaman tentang nilai-nilai agama, serta nilai moral secara umum. “Upacara Bendera” menjadi salah satu contoh kecil, bagaimana kita mampu mambiasakan anak dengan sikap dan tindakannya. Susunan kegiatan upacara mampu mengakomodasikan sebuah sikap menghargai bagaimana negara ini dibentuk. Tentunya dengan pendampingan dan pengertian yang benar dalam pelaksanaanya. Sehingga kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa nasionalisme di dalam diri mereka.
Memahamkan negara sebagai sebuah komunitas yang “heterogen” harus ditanamkan juga. Sehingga rasa persatuan dan keinginan menjaga keutuhan bangsa menjadi satu-satunya alasan untuk melawan dorongan diri atau paham lain yang ingin mengubah semboyan BINEKA TUNGGAL IKA. Serta terus menjadikan diri mereka sebagai patriot yang akan memastikan bahwa negara terus perpijak pada dasar negara yang tertuang dalam lima sila PANCASILA.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "13 Mei 2019"

Posting Komentar