09 Mei 2018

Yeeey, besok "loooong week end"!
"Lah, kok bisa?" Bagi beberapa orang pasti pada mikir begitu. Karena di kalender, tanggal merah kan hanya di hari kamis. Kenapa looong week end?
Yeeey....ini looong week end untuk saya dan teman2 sekantor. Karena ada "pembulatan" hari libur. Wkwkw, ngarang aja! Udah, ngga udah bahas soal itu.
Biasanya setiap liburan akhir pekan yang panjang, orang pasti merencanakan untuk mengunjungi suatu tempat. Untuk sekedar mengisi hari libur, atau memang untuk "merefreshingkan" diri. Refreshing mempunyai arti, melakukan proses penyegaran kembali. Setelah (mungkin) kehilangan kesegarannya karena beberapa hari melakukan segudang aktifitas yang menyita pikiran dan tenaga. Mengunjungi tempat yang indah atau tempat yang tidak biasa, menjadi salah satu pilihan orang melakukan aktifitas refreshing.
Menurut pengamatanku, ada dua tipe orang dalam mengunjungi sebuah obyek wisata atau tempat-tempat tertentu.
Tipe pertama adalah, orang merasa puas dengan mengunjungi tempat baru, dan terus mencari tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya. Jumlah tempat kunjungan menjadi prioritas bagi kepuasannya. Soal menikmati obyek bukan menjadi target yang penting untuk dilakukan. Yang penting sudah sampai lokasi, lihat sekitar, foto dan upload. Selesai. Orang tipe seperti itu juga mempunyai kecenderungan, jarak tempuh lokasi mempunyai andil yang penting dalam definisi, tempat rekreasi yang "keren" menurut dia. Semakin jauh, dan semakin mahal ongkos menuju ke sana. Serasa semakin terasa memuaskan. Karena target yang ingin dicapai adalah. Tempat baru, jauh, mahal dan tidak semua orang mampu melakukannya. Walau kadang kala, kunjungan ke tempat wisata tidak lebih dari satu jam, lalu melanjutkan ke tempat yang lain. Karena keburu mengejar target tempat wisata yang sudah direncanakan. Kebayang kan, bagaimana rasanya, mengunjungi pantai tanpa berenang di sana, tanpa melihat matahari baru, atau matahari yang hampir kehabisan masa waktu tugasnya. Bagmana nikmatnya menggunjungi gunung tanpa menikmati aroma malam, dan wajah cantiknya yang disuguhkan di pagi harinya.
Biasanya tipe orang seperti ini, malas kalau diajak ke tempat yang sama, yang pernah dia kunjungi.
"Jangan sewot lah" kan setiap orang punya cara sendiri dalam menikmati liburannya. Oke, oke... ini bukan sewot!
Tipe yang kedua. Orang tipe seperti ini, selain beralasan ongkos lebih murah, dia tidak telalu mementingkan tempat. Tapi lebih bagaimana menikmati tempat yang ada. Tidak mementingkan berapa obyek yang bisa dia kunjungi dalam satu tahun. Tidak ada target, harus ke eropa, atau ke luar negeri. Refreshing baginya adalah bagaimana menikmati tempat itu seutuhnya. Minimal 24 jam. Menikmati setiap waktu dari titik terendah sampai titik tertinggi dari indahnya tempat tersebut. Bagi dia mengunjungi tempat yang sama bukanlah hal yang tabu. Tapi kelebihan dari tipe orang tersebut adalah, dia akan merasakan kerinduan suasana yang telah dilalui sepanjang tempat tersebut. Dan justru akan membawa kembali dia ke tempat yang sama. Lah, itu termasuk kelebihan atau kekurangan ya? Ngga tau lah. Sama seperti tipe yng pertama, orang seperti ini juga mempunyai kecenderungan mengabadikan moment liburannya. Dan meng-upload ke media sosial. Walau ada sedikit perbedaan hal yang mendasari tindakan tersebut.
Sekali lagi, tidak usah nyinyir. Setiap orang punya cara sendiri dalam berlibur.
Tidak usah mencari tahu, anda termasuk tipe yang mana. Apalagi mencari tahu, saya tipe yang apa. Wkwkwk
Selamat menikamti liburan!

Read Users' Comments (0)

0 Response to "09 Mei 2018"

Posting Komentar