22 Jan 2019

Kenapa kita sering terjebak pada pandangan salah akan suatu hal. Karena kita lebih sering menyakini sesuatu tanpa melibatkan keterbukaan pikiran atas kemungkinan-kemungkinan pemahaman yang lain. Selain itu, kurangnya literasi dalam aspek apa pun yang berkait dan bermuara pada hal yang sama, akan mengebiri ruang lingkup pandangan kita tentunya.
Penolakan atas paham atau bahkan fakta dan data baru, dengan berdasarkan pada keyakinan yang mati, bisa jadi dikategorikan pada fanatisme buta. Tanpa kita sadari kita sudah masuk pada area di mana kita menjadi tontonan konyol bagi para pemikir dan pelogika.
Meneriakan sebuah kebenaran itu memang harus. Walau sebenarnya lebih penting adalah tindakan. Tapi berteriak soal keyakinan atau pemahaman pribadi di antara heterogennya pola pikir, akan menghasilkan pertunjukan yang mengundang gelak tawa.
Kalau bicara soal langit dan rahasianya, toh semua juga masih kira-kira. Kalau bicara soal bumi dan sekitarnya, tentunya mampu kita libatkan data. Paling tidak sudah dibenamkan dalam diri kita dua perangkat yaitu, hati nurani dan pikiran. Yang keduanya pasti mampu setidaknya memberikan gambaran yang sama. Tidak harus salah satu mendominasi atas yang lainnya. Tapi lebih pada ranah apa yang akan kita ungkapkan.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "22 Jan 2019"

Posting Komentar