15 Juni 2018
Sukses
Bagi sebagian orang sukses menjadi kata yang masih jauh dari realitas hidupnya. Entah karena tolak ukur yang digunakan yang salah, atau memang belum memahami makna sukses itu sendiri.
Dalam KBBI dituliskan kata "sukses" mempunyai arti berhasil. Kata hasil dengan awalan ber. Atau mempunyai makna lain yaitu menghasilkan sesuatu. Sesuatu itu apa? Tentunya sesuatu itu tergantung dari tujuan awal melakukan. Dan target apa yang ingin dihasilkan.
Lah, jadi sukses bisa melekat pada apapun dong?
Iya, benar sekali. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari target dan tujuan dari orang lain. Orang bisa mengatakan si A yang pulang dengan mobil mewah, adalah orang yang paling sukses dalam hidupnya. Belum tentu juga. Belum tentu tujuan dan keinginan hidupnya adalah apa yang sekarang dimilikinya. Makanya, kadang atau bahkan sering kali orang merasa tidak sukses, karena keinginan dia selalu dinamis. Sudah ada ini, belum punya itu. Sudah didapatkan itu, pengen ono. Dan akan terus begitu.
Sering kali kita lihat orang terlihat sukses dari diri kita sendiri. Karena ukuran tujuan kita, kita pakai untuk ukuran pencapaian orang lain. Begitu juga orang lain memandang kita.
Mungkin kita tidak punya hal mewah yang dimiliki orang lain. Tapi orang lain bisa jadi merasa iri dengan keharmonisan kita menjalani kehidupan berkeluarga.
Terus gimana dong?!
Tidak ada orang tidak sukses. Selama orang itu punya tujuan, dan ada upaya sebesar keinginannya. Pasti kita sukses. Kita kebelakang untuk buang hajat bisa dikatakan sukses. Yaitu sukses buang hajat. Bayangkan kalau setiap pagi kita gagal melakukan hal itu. Parah kan akibatnya?!
Bagi sebagian orang sukses menjadi kata yang masih jauh dari realitas hidupnya. Entah karena tolak ukur yang digunakan yang salah, atau memang belum memahami makna sukses itu sendiri.
Dalam KBBI dituliskan kata "sukses" mempunyai arti berhasil. Kata hasil dengan awalan ber. Atau mempunyai makna lain yaitu menghasilkan sesuatu. Sesuatu itu apa? Tentunya sesuatu itu tergantung dari tujuan awal melakukan. Dan target apa yang ingin dihasilkan.
Lah, jadi sukses bisa melekat pada apapun dong?
Iya, benar sekali. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari target dan tujuan dari orang lain. Orang bisa mengatakan si A yang pulang dengan mobil mewah, adalah orang yang paling sukses dalam hidupnya. Belum tentu juga. Belum tentu tujuan dan keinginan hidupnya adalah apa yang sekarang dimilikinya. Makanya, kadang atau bahkan sering kali orang merasa tidak sukses, karena keinginan dia selalu dinamis. Sudah ada ini, belum punya itu. Sudah didapatkan itu, pengen ono. Dan akan terus begitu.
Sering kali kita lihat orang terlihat sukses dari diri kita sendiri. Karena ukuran tujuan kita, kita pakai untuk ukuran pencapaian orang lain. Begitu juga orang lain memandang kita.
Mungkin kita tidak punya hal mewah yang dimiliki orang lain. Tapi orang lain bisa jadi merasa iri dengan keharmonisan kita menjalani kehidupan berkeluarga.
Terus gimana dong?!
Tidak ada orang tidak sukses. Selama orang itu punya tujuan, dan ada upaya sebesar keinginannya. Pasti kita sukses. Kita kebelakang untuk buang hajat bisa dikatakan sukses. Yaitu sukses buang hajat. Bayangkan kalau setiap pagi kita gagal melakukan hal itu. Parah kan akibatnya?!




0 Response to "15 Juni 2018"
Posting Komentar