05 Mei 2018
Wanda vs Tanos
Penggambaran yang cukup apik dan begitu menyentuh terutama pada realita dalam menjalani kehidupan. Dimana digambarkan dua sosok yang berlainan karakter, tapi keduanya harus mengorbankan seseorang yang sangat mereka cintai.
Tanos, sebagai gambaran bagi orang yang begitu lebih mefokuskan diri pada tujuan dan ambisi dalam mencapai sesuatu. Selama didasari oleh teori yang masuk akal. Selama apa yang dilakukan adalah hal yang bagus menurut dia, akan tetap dilakukan sampai pada titik puncak pencapaiannya. Fokus luar biasa, target jelas. Tujuan tak terbantahkan kebenarannya dalam teori. Karena sebegitu fokusnya dan ditopang dengan ambisi yang luar biasa. Dia lupa bahwa ada banyak hal yang harus dikorbankan. Dia bukan tidak peduli, tapi bagi dia. Setiap tujuan yang tinggi, perlu pengorbanan. Bahkan anaknya sendiri yang paling dia cintai pun harus dikorbankan. Tak akan pernah mungkin dia peduli atas korban yang bergelimpangan atas tindakannya.
Wanda. Bisa dibilang berbanding terbalik dengan tanos. Tak ada ambisi pribadi. Bagi dia, kelangsungan peradaban dan sesama adalah yang harus diutamakan. Walaupun pada akhirnya dia juga harus mengorbankan orang yang begitu dicintainya. Tapi pengorbanan bukan untuk ambisi pribadi. Tidak mudah berada pada situasi seperti itu. Karena seandainya pun dia tidak mengorbankan suami tercintanya. Banyak alasan yang bisa dia pakai. Banyak pilihan yang menurut nilai wajar dilakukan.
Kedua sosok itu menjadi idola bagi setiap pribadi. Pribadi yang punya cara berfikir yang senada. Apakah cinta menjadi segalanya? Atau cita-cita adalah yang utama?
Penggambaran yang cukup apik dan begitu menyentuh terutama pada realita dalam menjalani kehidupan. Dimana digambarkan dua sosok yang berlainan karakter, tapi keduanya harus mengorbankan seseorang yang sangat mereka cintai.
Tanos, sebagai gambaran bagi orang yang begitu lebih mefokuskan diri pada tujuan dan ambisi dalam mencapai sesuatu. Selama didasari oleh teori yang masuk akal. Selama apa yang dilakukan adalah hal yang bagus menurut dia, akan tetap dilakukan sampai pada titik puncak pencapaiannya. Fokus luar biasa, target jelas. Tujuan tak terbantahkan kebenarannya dalam teori. Karena sebegitu fokusnya dan ditopang dengan ambisi yang luar biasa. Dia lupa bahwa ada banyak hal yang harus dikorbankan. Dia bukan tidak peduli, tapi bagi dia. Setiap tujuan yang tinggi, perlu pengorbanan. Bahkan anaknya sendiri yang paling dia cintai pun harus dikorbankan. Tak akan pernah mungkin dia peduli atas korban yang bergelimpangan atas tindakannya.
Wanda. Bisa dibilang berbanding terbalik dengan tanos. Tak ada ambisi pribadi. Bagi dia, kelangsungan peradaban dan sesama adalah yang harus diutamakan. Walaupun pada akhirnya dia juga harus mengorbankan orang yang begitu dicintainya. Tapi pengorbanan bukan untuk ambisi pribadi. Tidak mudah berada pada situasi seperti itu. Karena seandainya pun dia tidak mengorbankan suami tercintanya. Banyak alasan yang bisa dia pakai. Banyak pilihan yang menurut nilai wajar dilakukan.
Kedua sosok itu menjadi idola bagi setiap pribadi. Pribadi yang punya cara berfikir yang senada. Apakah cinta menjadi segalanya? Atau cita-cita adalah yang utama?




0 Response to "05 Mei 2018"
Posting Komentar