14 Feb 2019

Akhirnya pagi ini harus ke dokter untuk cek darah anakku yang cowok. Sampai saat ini panasnya masih turun-naik. Mengikuti apa yang dipesankan dokternya tiga hari yang lalu. “Harus cek darah! mengingat banyak yang sudah positip DBD di daerah sekitar” katanya. Semoga tidak!
Sesampai di klinik Amira, ada satu dokumen yang terlupakan untuk dicopy. Satpam depan klinik menunjuk sebuah rumah bertenda kecil berjarak 100 meter dari aku berdiri. Lumayan, tidak harus pakai kendaraan. Dan kabar baiknya tidak harus ngantri, hanya ada satu orang yang sama seperti tujuanku.
Tapi tiba-tiba ak merasa ganjil, dan perasaanku terasa terusik. Aneh!
Yang aneh bagiku adalah sosok petugas foto copy. Awalnya tidak menjadi fokus perhatianku. Kalau tidak karena durasi cukup lama untuk satu lembar dokumen milik orang yang berdiri di depanku.
Lamban! Benakku awalnya.
Tidak, setelah aku lihat sosok tua, yang nampak jauh lebih tua dari alat fotocopynya yang terrlihat sangat usang. Tukang FC setua itu! Gerakan yang lamban, bukan karena dia terbiasa malas. Tapi nampak dari sikapnya dia berusaha untuk cekatan. Dan tidak mampu lagi. Tidak cukup sekali untuk mengeluarkan hasil fotocopyan yang layak dan biasa. Beberapa kali harus membuka cover, seperti apa yg dilakukan beberapa tukang FC kalau mesin mengalami kendala. Tiba2 ak merasa berhadapan dengan sesuatu yang tidak semestinya. Kadang kala Dia yang di atas, memberikan wejangan lewat apa yang ak lihat dan alami. Rasa syukur, dan semangat menjalani rutinitas kerja menjadi seakan berkalilipat menyaksikan pemandangan seseorang yang untuk berjalan saja dia sudah harus menyeret sandalnya. Tapi masih gigih dengan pekerjaannya. Setiap tempat akan selalu ada masalah, setiap pekerjaan menyimpan segudang alasan untuk kita malas melakukan. Tapi, rasa syukur akan memberikan serum semangat dalam menjalani semuanya. BSD 13-02-19

Read Users' Comments (0)

0 Response to "14 Feb 2019"

Posting Komentar